Apa Itu Layanan Tes Manthoux !!! - UOBF Puskesmas Rembang Kabupaten Pasuruan

Apa Itu Layanan Tes Manthoux !!!

0x dibaca    2025-04-18 12:00:00    Administrator

202511/8-691f13673ae92.jpg

Tes Mantoux, atau uji tuberkulin, adalah prosedur pemeriksaan yang umum digunakan untuk membantu mendeteksi apakah seseorang pernah terpapar oleh bakteri penyebab tuberkulosis (TBC), yaitu Mycobacterium tuberculosis. Tes ini terutama penting untuk skrining TBC pada anak-anak, tetapi juga dapat digunakan pada orang dewasa, terutama untuk mengidentifikasi infeksi laten tuberkulosis (ILTB). 

Prosedur Tes Mantoux

Prosedur tes Mantoux relatif sederhana dan cepat: 

Penyuntikan: Sejumlah kecil (0,1 ml) cairan tuberkulin PPD (purified protein derivative) disuntikkan ke lapisan bawah kulit (intrakutan) di bagian tengah lengan bawah.

Respons Kulit: Area suntikan akan membentuk benjolan kecil atau gelembung (diameter minimal 7 mm) yang menandakan cairan telah masuk dengan benar. Area ini biasanya ditandai dengan spidol untuk memudahkan pembacaan hasil.

Observasi: Pasien harus kembali ke fasilitas kesehatan untuk pembacaan hasil dalam waktu 48 hingga 72 jam setelah penyuntikan. 

Pembacaan dan Interpretasi Hasil

Hasil tes dibaca berdasarkan ukuran benjolan keras (indurasi) yang muncul di lokasi suntikan, bukan kemerahannya. 

Hasil Negatif: Tidak ada benjolan, atau hanya ada benjolan kecil yang terasa lunak. Ini menunjukkan kemungkinan besar pasien belum pernah terinfeksi kuman TBC, atau sistem kekebalan tubuhnya tidak bereaksi terhadap tes.

Hasil Positif: Timbul benjolan keras dengan ukuran tertentu (umumnya >10 mm). Hasil positif menunjukkan bahwa tubuh pasien pernah terpapar oleh kuman TBC sebelumnya. Namun, ini tidak selalu berarti pasien menderita TBC aktif; bisa jadi itu adalah infeksi laten. 

Penting Diketahui

Bukan Diagnosis TBC Aktif: Tes Mantoux hanya mengindikasikan paparan kuman TBC, bukan TBC aktif. Diagnosis TBC aktif memerlukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan klinis, rontgen dada, atau tes dahak.

Faktor Hasil Palsu: Hasil positif palsu bisa terjadi, terutama pada orang yang baru saja menerima vaksin BCG. Teknik penyuntikan yang tidak tepat juga dapat mempengaruhi keakuratan hasil.

Kapan Dianjurkan: Tes ini sangat penting untuk bayi dan balita, orang yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC aktif, atau mereka yang tinggal di daerah dengan prevalensi TBC tinggi. 

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini